Showing posts with label polisi. Show all posts
Showing posts with label polisi. Show all posts

Monday, May 26, 2008

Mahasiswa Unas Ditangkap

Sebanyak 140 mahasiswa Unas ditangkap dengan alasan narkoba. Benarkah ini ataukah hanya bentuk lain dari pembukaman yang akan terulang kembali setelah sekian lama selotip di mulut itu terlepas semenjak orde baru.

Bagaimana mahasiswa bisa menjadi penerus dan pemikir bangsa jika dalam masa pendidikannya sudah mendapatkan kekerasan yang mengganggu dalam proses belajar mengajar mahasiswa di kampus. Mungkin pemerintah sekarang sudah anti sama kampus dan tidak ada cara lain selain menggunakan kekerasan dengan dalih kriminalitas yang dilakukan oleh para kaum intelek.

Sudah saatnya kita sadar. Sudah saatnya kita bangkit, bersatu, hancurkan keangkaramurkaan yang berlaku di negeri ini.

Polisi Menyangkal

Persoalan adanya ganja di kampus Unas disangkal polisi kalau itu adalah benar adanya. Bukanlah rekayasa dari mereka (polisi, red). Tapi siapa yang bisa membuktikan kalau polisi benar dan mahasiswa salah?

Dalam demo tersebut yang sekarang berakhir dengan kerusuhan dan kesedihan yang berkepanjangan mengingat telah ditetapkannya 70 orang mahasiswa sebagai tersangka. Jadi ingat kisah temen-temen perjuangan yang ada di negeri nan jauh di sana. Dimana di rumah mereka diletakkan sekantung ganja atau narkoba kemudian dengan alasan tersebut polisi membekuk mereka dan kemudian memenjarakan mereka. Mungkin sudah tidak bisa lagi pemerintah membungkam suara rakyat dengan cara lain, selain cara kekerasan. Akankah tragedi yang telah mewarnai bangsa ini terulang kembali.

Seluruh rakyat indonesia mari bersatu hapuskan kedholiman penguasa yang semena-mena

Polisi kembali Tuduh keterlibatan militan dalam Unas

Setelah berhasil menangkap 140 mahasiswa yang berdiam di Unas dengan alasan kriminalitas. Kini pihak kepolisian kembali mengeluarkan sebuah statement yang mengatakan adanya pihak militan yang telah memprovokasi mahasiswa Unas (baca kompas, 25/5/2008).

Benarkah itu semua yang telah terjadi di lapangan, ataukah ada rekayasa di lapangan Unas. Di jaman sekarang kita tidak bisa percaya langsung dengan setiap berita yang keluar baik dari manapun baik itu dari kepolisian sekaligus. Banyak manipulasi yang sering dipakai pada masa lampau. Sudah saatnya kita meninjau ulang sistem yang berlangsung di negeri ini. Hidup reformasi. Hidup Perubahaan