Showing posts with label unas. Show all posts
Showing posts with label unas. Show all posts

Monday, May 26, 2008

Polisi Langar HAM di Unas

JAKARTA, MINGGU - Wakil Ketua Komnas HAM, Ridha Saleh, menegaskan, polisi telah melakukan pelanggaran HAM dalam kericuhan aksi unjuk rasa di Kampus Universitas Nasional (Unas), Jakarta Selatan, Sabtu (24/5). "Di dalamnya ada penyiksaan dan dilakukan secara terorganisir. Dikumpulkan di lapangan bola dan dilakukan penyiksaan. Penyiksaan inilah yang menodai kemanusiaan di Indonesia," ujar Ridha kepada wartawan di Kampus Universitas Nasional, Minggu (25/5).

Hal itu disampaikannya setelah menerima pengaduan dari mahasiswa Universitas Nasional atas peristiwa tersebut. Ia juga menyesalkan pimpinan aparat kepolisian yang tidak melakukan koordinasi dengan pihak kampus terkait ketegangan antara mahasiswa dan pihak kepolisian, dengan mengambil langkah sepihak.

Untuk itu, pihak Komnas HAM menuntut Kapolri Jenderal (Pol) Sutanto bertanggung jawab terhadap peristiwa yang berujung penangkapan dan penahanan ratusan mahasiswa tersebut.

Dari penelusuran awal yang dilakukan Komnas HAM, ujar Ridha, ada mahasiswa yang ditahan dan dalam keadaan cedera namun belum dilakukan perawatan. "Sampai semalam ada satu orang yang diamankan oleh aparat dan belum dapat perawatan. Tangannya patah. Itu patut kita sesalkan," ujarnya.

diambil dari: kompas.com

Polisi Menyangkal

Persoalan adanya ganja di kampus Unas disangkal polisi kalau itu adalah benar adanya. Bukanlah rekayasa dari mereka (polisi, red). Tapi siapa yang bisa membuktikan kalau polisi benar dan mahasiswa salah?

Dalam demo tersebut yang sekarang berakhir dengan kerusuhan dan kesedihan yang berkepanjangan mengingat telah ditetapkannya 70 orang mahasiswa sebagai tersangka. Jadi ingat kisah temen-temen perjuangan yang ada di negeri nan jauh di sana. Dimana di rumah mereka diletakkan sekantung ganja atau narkoba kemudian dengan alasan tersebut polisi membekuk mereka dan kemudian memenjarakan mereka. Mungkin sudah tidak bisa lagi pemerintah membungkam suara rakyat dengan cara lain, selain cara kekerasan. Akankah tragedi yang telah mewarnai bangsa ini terulang kembali.

Seluruh rakyat indonesia mari bersatu hapuskan kedholiman penguasa yang semena-mena

Polisi kembali Tuduh keterlibatan militan dalam Unas

Setelah berhasil menangkap 140 mahasiswa yang berdiam di Unas dengan alasan kriminalitas. Kini pihak kepolisian kembali mengeluarkan sebuah statement yang mengatakan adanya pihak militan yang telah memprovokasi mahasiswa Unas (baca kompas, 25/5/2008).

Benarkah itu semua yang telah terjadi di lapangan, ataukah ada rekayasa di lapangan Unas. Di jaman sekarang kita tidak bisa percaya langsung dengan setiap berita yang keluar baik dari manapun baik itu dari kepolisian sekaligus. Banyak manipulasi yang sering dipakai pada masa lampau. Sudah saatnya kita meninjau ulang sistem yang berlangsung di negeri ini. Hidup reformasi. Hidup Perubahaan